Camilan Nyentrik Ewe Deet, Sebuah Kuliner Manis Tradisional Dari Priangan Timur Yang Bikin Penasaran!!


Jawa Barat, Jurnalis169.com - Makanan Ewe deet menjadi salah satu kuliner tradisional dengan nama unik dari Jawa Barat, khususnya di wilayah Priangan Timur seperti Garut, Ciamis, dan Tasikmalaya.(26/8/2026)

Ewe deet merujuk pada dua bahan makanan yang disantap bersamaan, yakni daging kelapa dan gula aren atau gula merah. 

Sebuah perpaduan sederhana ini menghadirkan cita rasa gurih, manis, serta tekstur renyah yang khas.

Sekilas, nama makanan ini terkesan janggal. Dalam bahasa Sunda, kata ewe diartikan sebagai berhubungan badan, sementara deet berarti pendek atau dangkal. 

Meski terdengar nyentrik, sejatinya ewe deet adalah camilan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Sunda.

Di sana, warga memadukan kelapa muda dengan siraman nira yang direbus dan hampir menjadi gula sebelum dicetak. Proses sederhana ini menghasilkan camilan dengan sensasi gurih dan manis yang khas.

Secara umum, ewe deet menggunakan daging kelapa setengah tua untuk mendapatkan tekstur lebih renyah. Kelapa kemudian dipadukan dengan gula aren, baik dimakan langsung maupun disiram cairan nira yang masih hangat.
Diberdayakan oleh Blogger.