Pasca Demo di Depan Gedung DPR - MPR, Kericuhan Kembali Pecah Malam Ini di Sekitar Perempatan Slipi Jakbar
Jakarta, Jurnalis169.com - Sebuah kericuhan kembali pecah pada malam ini di Slipi Jakbar, dikarenakan sejumlah oknum massa yang mulai anarkis tidak mau membubarkan diri terpaksa pihak kepolisian menembakan gas air mata ke Arah Massa yang masih bertahan.pada kamis malam (27/8/2026)
Kericuhan tersebut terjadi di sekitar lampu merah Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, dan terlihat sebuah pos polisi juga dibakar oleh massa pendemo tidak dikenal yang berusaha membuat kericuhan.pada Kamis (27/8/2026) malam.
Terpantau awak media di lapangan sekitar pukul 19.30 WIB, situasi sekitar perempatan bunderan Slipi menuju Pejompongan, Petamburan, Palmerah dan Senayan mulai memanas dan kericuhan tak terhindarkan dikarenakan massa pendemo tidak mau membubarkan diri malah melawan dengan melemparkan batu dan bambu ke arah petugas kepolisian.
Selain itu, sejumlah massa terlihat juga melakukan tindakan anarkis dengan membakar ban di tengah jalan dan ada juga motor dibakar didaerah Pejompongan, Slipi - Jakarta Barat.
Beberapa di antara mereka terlihat menutupi identitas dengan menggunakan masker dan jaket bertudung. Sejumlah warga sempat meneriaki massa yang diduga hendak membakar Halte Transjakarta.
Salah seorang warga sekitar mengatakan "bahwa massa awalnya berlarian dari arah Flyover Slipi sebelum akhirnya melempari pos polisi tersebut dengan batu"ucap Budi salah satu tokoh pemuda di palmerah
“Saya tiba di situ (pos polisi) lagi proses pembakaran,” kata Tazkia saat ditemui di lokasi, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026).
Mereka kemudian berlari ke dua arah yakni, menuju Pejompongan dan Palmerah. Tak lama berselang, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Saksi lainnya yang tak mau disebutkan nama mengaku kaget dengan gas air mata, bahkan asapnya membuat perih kedua matanya. “Gas air mata dari atas (flyover Slipi),” tuturnya
Kericuhan tersebut pecah pascademo yang dimotori Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Namun, mereka sudah membubarkan diri sejak siang tadi setelah Koordinator AMPB Supriyono alias Botok mendapat komitmen dari DPR terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
Post a Comment