Ricuh Pasca Aksi Demo Kemarin, Seorang Lansia Penjual Kaca Tewas Diduga Karena Dikeroyok OTK

Jakarta, Jurnalis169.com - Kericuhan pasca aksi demo di depan Gedung DPR - MPR Kenarin yang terjadi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, dikabarkan ada satu orang lansia meninggal dunia, peristiwa tersebut diduga dikeroyok orang tak dikenal hingga berujung maut.(28/8/2026) 

Seorang lansia almarhum tersebut diketahui bernama Bambang Setiawan, 59, beliau seorang pedagang cermin salah satu warga Bendungan Hilir yang dikabarkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK).

Sebelum kejadian, diketahui Bambang masih berjualan cermin bersama istrinya, Sudarsih, hingga sekitar pukul 16.30 WIB. 

Karena melihat massa aksi demonstrasi semakin banyak dan mulai ricuh, Sudarsih istri korban meminta suaminya agar menutup tempat usaha lebih awal.

Sekitar pukul 20.30–21.00 WIB, massa aksi demo saat bentrok dengan polisi mulai terdorong mundur ke arah permukiman warga di bendungan hilir, Jakarta Pusat.

Dinilai terlihat saat situasi dinilai mulai mereda, Bambang langsung keluar rumah. 

Menurut Sudarsih istri korban, suaminya memang kerap keluar untuk melihat keramaian dan terkadang membantu memberikan air untuk mencuci muka massa aksi demo.

Namun, Bambang tak kunjung pulang hingga larut malam. Sekitar pukul 01.30 WIB, Sudarsih bersama anaknya mulai mencari keberadaan Bambang ke tetangga dan Ketua RT, tetapi belum menemukan hasil.

Sekitar pukul 04.00 WIB, keluarga akhirnya mendapat titik terang mengenai keberadaan Bambang. Bukan dari melihat langsung kejadian, melainkan setelah anak korban mengenali wajah Bambang dalam sebuah rekaman video pengeroyokan yang beredar.

“Justru kita tahunya dari video tersebut yang beredar di medsos.Kita tidak ada yang lihat jelas posisi dipukulin atau dibawanya,” ujar Sudarsih.

Jasad Bambang kini kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati dan telah dimakamkan. 

Pihak keluarga menduga korban meninggal di lokasi kejadian akibat luka setelah adanya aksi pengeroyokan.
Diberdayakan oleh Blogger.