Badan Kepegawaian Negara Sebut 32% dari 6,7 Juta ASN Dimerahui Belum Sarjana

Jakarta, Jurnalis169.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif, menyebut 32 persen atau 2.156.662 dari total 6,7 juta aparatur sipil negara (ASN) belum memiliki gelar sarjana atau S1.

“Saat ini ASN kita 6,7 juta ASN. Bertambah beberapa waktu ini signifikan untuk PPPK,” kata Zudan dalam peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Zudan mengatakan jumlah ASN kini mencapai 6.766.610 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan, ASN lulusan SD hingga SMA berjumlah 1.405.852 orang atau 21 persen, sedangkan lulusan D-I hingga D-III sebanyak 750.810 orang atau 11 persen.

Sementara itu, ASN dengan pendidikan D-IV dan S1 menjadi kelompok terbesar, yakni 59 persen atau 4.024.807 orang. ASN berpendidikan S2 dan spesialis mencapai 8 persen atau 529.080 orang. Adapun ASN dengan pendidikan S3, subspesialis, dan dokter berjumlah 56.061 orang atau 1 persen.

Zudan menilai komposisi tersebut menunjukkan masih terbuka ruang pengembangan ASN dari sisi pendidikan.

“Ini arsitektur ASN kita dari sisi pendidikan. Jadi, ruang pengembangannya masih besar sekali,” ujarnya.

Dari sisi persebaran instansi, mayoritas ASN berada di instansi daerah, yakni 79 persen atau 5.319.445 orang. Sementara ASN di instansi pusat mencapai 21 persen atau 1.447.165 orang.

Berdasarkan status kepegawaian, PNS menjadi kelompok terbesar dengan 51 persen atau 3.463.269 orang. Kemudian, PPPK mencapai 31 persen atau 2.075.517 orang, sedangkan PPPK paruh waktu sebanyak 18 persen atau 1.227.824 orang.
Diberdayakan oleh Blogger.