Kemenhub Terbitkan Sebanyak 35 Untuk Izin Khusus Pesawat Asing Yang Ikut Tangani Karhutla di Kalimantan
Jakarta, Jurnalis169.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, mengatakan pemerintah memberikan izin kepada 35 pesawat asing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan yang saat ini menjadi prioritas utama nasional.(2/9/2026)
Diketahui sebuah izin diberikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara setelah adanya kebutuhan tambahan sarana pemadaman karena peralatan udara yang dibutuhkan belum tersedia sepenuhnya di Indonesia sehingga pesawat asing didatangkan untuk membantu langsung.
Menurut Dudy, pesawat asing tersebut didatangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk digunakan dalam kegiatan pemadaman karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan dengan dukungan operasional dari pemerintah pusat.
"Kita membutuhkan segala prasarana, yang dibutuhkan untuk memadamkan termasuk pesawat-pesawat asing yang kebetulan tidak dimiliki di Indonesia. Jadi, kita datangkan, didatangkan oleh BNPB, kemudian digunakan untuk pemadaman dan kita memberikan izin," ujar Dudy seperti dikutip dari Antara.
Sebagian besar pesawat asing yang digunakan untuk penanganan karhutla tersebut merupakan helikopter karena memiliki kemampuan mendukung proses pemadaman api dari udara secara efektif di lokasi yang terdampak kebakaran.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan 35 izin penggunaan pesawat registrasi asing yang telah diterbitkan tersebut untuk 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara asal dengan total 36 helikopter.
"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada," katanya.
Kemenhub merinci 11 AOC tersebut meliputi Ersa Eastern Aviation, Genesa Dirgantara, Falcon Patriot Utama, Pegasus Air Service, Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, Elang Nusantara Air, Intan Angkasa Air Service, Volta Pasifik Aviasi, Dabi Air Nusantara, dan Derazona Air Service.
Post a Comment