Santri Cilik Koreksi Bacaan Alquran, Nusron: Jangan Asal Menafsirkan Ayat
Jakarta, Jurnalis169.com - Sebuah video viral memperlihatkan santri cilik meluruskan bacaan dan pemaknaan ayat Alquran yang disampaikan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Tegurannya sederhana, tetapi menohok: ayat suci jangan diperlakukan sesuka hati.
Koreksi itu muncul ketika Nusron menjelaskan Surah Quraisy dan mengaitkannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta ketahanan pangan.
Ada beberapa bagian bacaan yang dikoreksi. Namun yang menjadi sorotan lebih besar justru ketika Nusron menghubungkan frasa dalam ayat tersebut dengan pihak yang memberikan makanan melalui program pemerintah.
Santri cilik itu menjelaskan bahwa frasa tersebut merupakan sifat yang menerangkan Tuhan yang disembah, bukan menunjuk kepada manusia atau pihak yang memberikan MBG.
Kritiknya kemudian disampaikan dengan logika yang mudah dipahami: jika makna ayat diarahkan kepada pemberi MBG, apakah berarti manusia harus menyembah pemberi program tersebut?
Di titik ini, persoalannya bukan sekadar benar atau salah dalam membaca satu lafaz. Ini menyangkut kehati-hatian ketika membawa ayat suci ke dalam narasi kebijakan dan program pemerintah.
Aturan negara bisa dibahas, dikritik, bahkan diubah. Tetapi ayat Alquran memiliki konteks dan struktur bahasa yang tidak bisa begitu saja disesuaikan agar cocok dengan pesan politik atau program tertentu.
Tamparan realitasnya sederhana: niat menjelaskan program yang baik sekalipun tetap tidak memberi ruang untuk sembarangan menggunakan ayat suci sebagai pembenaran.
Yang membuat orang berhenti berpikir adalah pertanyaan yang tersisa: ketika agama dipakai untuk menjelaskan kebijakan, siapa yang memastikan tafsirnya tetap tunduk pada makna ayat, bukan sebaliknya?.pada (6/9/2026)
Post a Comment