Amerika Serikat Serang Iran Lagi, Situasi Di Selat Hormuz Kembali Memanas
Amerika, Jurnalis169.com - Pasukan militer dari Negara Amerika Serikat terlihat kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Iran dengan menargetkan posisi peluncur rudal di Pulau Larak pada Senin (31/8/2026).
Serangan tersebut menjadi perdana dalam 30 hari terakhir ini dilakukan setelah intelijen AS mendeteksi persiapan peluncuran roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz.
Dua unit peluncur rudal anti kapal milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berhasil dihancurkan dalam operasi tersebut.
Otoritas Iran mengonfirmasi tewasnya dua personel militer serta korban luka warga sipil, sekaligus mengecam tindakan rezim Donald Trump dan bersumpah akan melancarkan aksi balasan ke aset militer AS di kawasan Teluk.
Namun di balik eskalasi tersebut, bocoran memo internal Pentagon yang diungkap The Washington Post membeberkan penolakan para komandan senior militer AS terhadap arahan Menteri Perang Pete Hegseth.
Sejumlah pimpinan komando tinggi militer dan Angkatan Laut AS resmi mengajukan keberatan (non-concur), memperingatkan bahwa konflik yang terus berkepanjangan di Timur Tengah menguras kesiapan tempur armada AS dalam membendung kekuatan China dan Rusia di Pasifik.
Eskalasi militer terbaru ini langsung memicu gejolak di pasar finansial global, ditandai dengan koreksi harga Bitcoin ke area $78.500, sementara harga minyak mentah WTI melonjak dari $82 ke $85 per barel dan Brent melesat dari $87 ke $90 per barel.
Post a Comment