Brigjend Eko Hadi Promosi Bintang 2 Atas Keberhasilannya Dalam Ungkap Kasus Narkoba di Indonesia
Jakarta, Jurnalis169.com – Mutasi jabatan kembali bergulir di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, dipercaya mengemban amanat baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK I Bareskrim Polri.pada Selasa (1/9/2026)
Posisi baru ini sekaligus melapangkan jalannya menuju kenaikan pangkat bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen).
Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang menggeser posisi 77 perwira tinggi (pati) Polri lainnya. Hingga saat ini, sosok yang akan mengisi posisi Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri menggantikan Eko belum diumumkan secara resmi.
Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 ini memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse, khususnya penanganan tindak pidana terorisme. Perjalanan kariernya mencatat sejumlah posisi strategis, di antaranya:
2018: Menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.
2020: Dipercaya sebagai Kabag Monev Robinopsnal Bareskrim Polri.
2022: Promosi perwira tinggi di Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri.
April 2025: Dilantik sebagai Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri.
Selama memimpin Direktorat Tindak Pidana Narkoba sejak April 2025, Eko dikenal tak pandang bulu dalam penegakan hukum, termasuk menindak oknum kepolisian yang terlibat jaringan barang haram.
Salah satu penanganan kasus menonjol terjadi pada Februari 2026, saat Dittipidnarkoba Bareskrim menetapkan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai tersangka tindak pidana narkotika.
Dalam pengusutannya, tim berhasil menyita koper berisi narkoba milik Didik di kediaman rekannya, Aipda Dianita, serta membongkar dugaan aliran dana uang keamanan dari bandar narkoba melalui mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi.
Promosi jabatan ini menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan ketegasannya dalam membersihkan peredaran narkoba, baik di masyarakat maupun di internal kepolisian.
Post a Comment