Panitia Maulid Yang Viral di Medsos di Wilayah Jaksel, Kini Resmi Dipolisikan Buntut Saat Menyalakan Kembang Api Dini Hari
Jakarta, Jurnalis169.com - Warga Jakarta Selatan, Amanda Andono, resmi melaporkan penyelenggara acara Maulid Nabi dan Haul yang menggelar pertunjukan kembang api hingga dini hari di kawasan Pondok Pinang ke Polda Metro Jaya, Kamis (8/10/2026).
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan yang dialami Amanda setelah mendatangi lokasi acara untuk memprotes suara kembang api yang dinilai mengganggu pada Minggu (4/10/2026) dini hari.
Setelah membuat laporan, Amanda bersama anak laki-lakinya, Bhadra Maheswara (15), akan menjalani visum di RS Polri untuk mendukung proses penyelidikan.
"Kedatangan saya hari ini ke Polda untuk melaporkan apa yang terjadi di tanggal 4 Oktober kemarin ya, di hari Minggu," kata Amanda di SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (8/10/2026).
Amanda mengatakan acara tersebut berlangsung sejak Sabtu (3/10/2026). Keributan yang dipersoalkannya terjadi hingga sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (4/10/2026).
Menurut Amanda, suara kembang api terdengar sangat keras hingga membuat anaknya, Betari Candri, yang mengidap cerebral palsy, terbangun dalam kondisi panik.
Amanda mengaku mendapat perlakuan kasar saat berada di lokasi. Ia mengatakan dirinya ditahan, diludahi, dan disembur wajahnya sebelum diminta meninggalkan lokasi.
"Jadi setelah itu saya didorong, ditarik, sampai didorong sampai saya hampir masuk, bukan, saya jatuh ke got. Lalu saya ditarik sampai pakaian dalam saya putus gitu," ujarnya.
Amanda mengatakan polisi belum menetapkan pasal karena penyelidikan masih berlangsung dan dirinya akan menjalani visum sebelum pemeriksaan lebih lanjut.
Amanda mengaku tidak mengalami intimidasi lanjutan setelah kejadian. Namun, ia menyebut proses mediasi yang telah dilakukan belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Amanda memastikan akan mengikuti proses hukum dan masih meminta pendampingan dari pihak PPPA serta Kementerian Agama.pada Jum, at (9/10/2026)
Post a Comment