Prancis Membara! Sejumlah Demonstran Bakar Gedung, Hingga Penjarahan Desak Presiden Macron Agar Lengser
Jakarta, Jurnalis169.com - Sebuah kabar adanya aksi demontrasi rusuh telah melanda seluruh negeri di Prancis sejak Sabtu. Ribuan demonstran turun ke jalan mendesak Presiden Emmanuel Macron lengser sebagai protes atas melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan barang kebutuhan pokok lainnya. Pada (18/10/2026)
Polisi dan demonstran terlibat bentrokan. Asap kebakaran dan gas air mata menyelimuti di sejumlah aksi demonstrasi di berbagai wilayah.
Di Paris saja, diperkirakan 110.000 orang turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan dalam aksi mereka terhadap kenaikan inflasi dan tekanan ekonomi.
Massa berunjuk rasa di wilayah timur dan utara kota. Mereka mendesak Presiden Macron segera mengundurkan diri.
Slogan-slogan “Semua orang membenci polisi” dan “Macron, mundurlah!” nyaring diteriakkan para demonstran.
Di Kota Lyon, sejumlah pemuda bertopeng membakar gedung kantor pariwisata. Di Kota Marseille, kota terbesar kedua di Prancis, demonstran menerobos masuk ke balai kota.
Mereka membalikkan patung dada dan menghancurkan perabotan sebelum akhirnya dipaksa keluar oleh polisi, menurut laporan langsung jurnalis AFP dari lokasi kejadian. Wali Kota Marseille Benoit Payan, menyerukan penambahan personel polisi.
Di Kota Lille, Prancis utara, para demonstran mendobrak masuk ke kantor wali kota dan merusak sejumlah bagian bangunan sebelum meninggalkan lokasi.
Menurut sebuah situs web yang dibuat oleh para penyelenggara aksi demonstrasi, lebih dari 600 demonstrasi direncanakan berlangsung di seluruh Prancis. Pasukan polisi telah menangkap sekitar 400 demonstran.
Berdasarkan pernyataan Kementerian Dalam Negeri Prancis, polisi mengerahkan gas air mata dan meriam air di Paris untuk membubarkan massa di sejumlah lokasi, termasuk Place de la République dan Place de la Nation.
Sejumlah stasiun metro di pusat Paris ditutup. Barikade pengamanan dalam skala besar juga menghalangi akses menuju Champs-Elysees, istana kepresidenan, serta gedung-gedung pemerintahan.
Post a Comment