Jokowi: Kekuasaan Itu Hanya Sementara, Jangan Pernah dipakai Untuk Menjatuhkan Orang

Jakarta, Jurnalis169.com - Joko Widodo saat berpidato telah mengingatkan bahwa kekuasaan dan jabatan tidak boleh digunakan untuk menjatuhkan maupun menyakiti orang lain.

Menurut Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut, setiap kekuasaan yang dimiliki seseorang bersifat sementara sehingga harus digunakan secara bijaksana.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (29/8/2026). 

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan petuah Jawa, “Lamun siro sekti, ojo mateni”. Yang secara sederhana dapat dimaknai bahwa seseorang yang memiliki kekuatan atau kekuasaan tidak boleh menggunakannya untuk menjatuhkan orang lain.

“Meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh. Memang kita punya kekuasaan, ya besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pesan tersebut relevan bagi siapa pun yang tengah mendapatkan amanah kepemimpinan, baik dalam lingkup kecil maupun besar.

Ia bahkan mencontohkan seorang pemimpin di tingkat pemerintahan desa atau kelurahan yang tidak semestinya berubah menjadi arogan setelah memperoleh jabatan. “Jangan mentang-mentang jadi lurah, kemudian ke rakyatnya sering ngendika banter, sering ngendika kasar ke rakyat, enggak boleh,” ujarnya

Jokowi menegaskan, seseorang harus selalu mengingat bahwa kekuasaan tidak akan dimiliki selamanya. 

Begitu pula dengan sebuah jabatan yang sewaktu-waktu dapat berakhir. “Karena kekuasaan itu hanya sementara. Kekuasaan itu hanya sak detik. 

Jabatan itu hanya sampiran, itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan,” kata dia.(31/8/2026)
Diberdayakan oleh Blogger.